Kepala Sekolah SDN 97 Tamasongo Galut Geram dan Tantang Wartawan di Beritakan

 

TAKALAR, Sulawesi selatan – Profesi wartawan memiliki peran yang sangat krusial dalam kehidupan demokrasi. Selain melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat, insan pers juga memiliki tanggung jawab sebagai sosial kontrol serta turut mengawasi jalannya pembangunan yang menggunakan anggaran negara maupun daerah.

Namun, fungsi kontrol sosial tersebut justru mendapat respons kurang baik dari Kepala SDN 97 Tamasongo, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Kepala sekolah tersebut dikabarkan geram setelah adanya pemberitaan terkait pembangunan revitalisasi di lingkungan sekolahnya, Selasa (26/8/2026).

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari dua orang masyarakat yang enggan disebutkan namanya, kepala sekolah tersebut bahkan diduga meminta agar pemberitaan mengenai pembangunan revitalisasi di sekolah tersebut dihapus. Permintaan itu disebut berkaitan dengan narasi pemberitaan yang menyoroti para pekerja proyek yang diduga tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagaimana ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Selain persoalan keselamatan kerja, pembangunan revitalisasi SDN 97 Tamasongo juga menjadi perhatian publik karena adanya dugaan sejumlah material bangunan yang digunakan tidak sesuai dengan standar kelayakan. Dugaan tersebut tentu membutuhkan klarifikasi dari pihak pelaksana pekerjaan maupun instansi terkait agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Sebagai bagian dari kontrol sosial, pemberitaan yang dilakukan media pada prinsipnya bertujuan menyampaikan informasi dan membuka ruang transparansi, termasuk dalam pelaksanaan proyek pembangunan. Kritik dan sorotan publik diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi serta mendorong seluruh pihak yang terlibat untuk bekerja sesuai aturan, standar teknis, dan ketentuan yang berlaku.

Publik pun berharap pihak pemerintah dan instansi teknis terkait tidak menutup mata terhadap berbagai sorotan yang muncul. Pengawasan khusus dinilai perlu dilakukan terhadap pembangunan revitalisasi SDN 97 Tamasongo, terutama menyangkut kualitas material, penerapan standar teknis, serta keselamatan para pekerja di lapangan.

Masyarakat berharap proyek revitalisasi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan menghasilkan bangunan yang aman, layak, serta berkualitas bagi para siswa dan tenaga pendidik. Sementara itu, pihak terkait diharapkan dapat memberikan klarifikasi dan membuka ruang komunikasi secara transparan agar seluruh informasi yang berkembang dapat diuji secara objektif sesuai fakta di lapangan.

(Jf Daengku)


Brand Media PT Mahadewa Pratama Group

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FORUM TRANSPARANSI TANI, DESAK DINAS PERTANIAN BUKA DATA PENERIMA ALSINTAN KE PUBLIK

Bupati Takalar Silaturahmi Dengan Ketum KKTP Di Jakarta Perkuat Percepatan Pembangunan

Redaksi dan logo titahrakyat.id

Tambang Ilegal Marak di Takalar, Sikap Diam Aparat dan Pemerintah Dipertanyakan

Dugaan Pelanggaran dan Pembiaran Rangkap Jabatan ASN dan Perangkat Desa pada Kelompok Tani dan Gapoktan, Potensi Cacat Administrasi dan Benturan Kepentingan di Takalar.

Berikut 16 Daftar Nama-Nama Pejabat Pemkab Gowa Yang di Isu di Berhentikan Sementara.

Lima Pimpinan BAZNAS Takalar Periode 2026–2031 Resmi Dilantik

Isu "Balas Budi" Dibalik Pelantikan Baznas Takalar: Jabatan Suami di Baznas, Istri Di Bawaslu