Isu "Balas Budi" Dibalik Pelantikan Baznas Takalar: Jabatan Suami di Baznas, Istri Di Bawaslu
BreakingNews
TAKALAR (23 Agustus 2026) – Pelantikan lima pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Takalar periode 2026–2031 oleh Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye pada Rabu (19/8/2026) menyisakan sorotan tajam publik.
Di balik seremoni pengambilan sumpah jabatan tersebut, berhembus isu tak sedap mengenai dugaan politik "balas budi" antara lingkaran kekuasaan Pemkab Takalar dengan penyelenggara pengawas pemilu.
Nama Karim—salah satu pimpinan Baznas terlantik yang digadang-gadang berpeluang kuat menduduki kursi Ketua—menjadi pusat perbincangan. Selain dinilai memiliki kedekatan dengan Bupati Mohammad Firdaus, Karim diketahui merupakan suami sah dari Ketua Bawaslu Kabupaten Takalar, Nelliyati.
Sontak, konstelasi ini memicu asumsi liar di tengah masyarakat. Penunjukan Karim disinyalir sebagai bentuk kompensasi politik dari pasangan Bupati Mohammad Firdaus dan Wakil Bupati Hengky Yasin pasca-kontestasi Pilkada.
Menanggapi gejolak isu yang beredar, Ketua Bawaslu Takalar, Nelliyati, membantah keras tudingan adanya 'benang merah' antara posisi tawar lembaganya dengan kursi pimpinan Baznas yang diraih sang suami.
"Terkait asumsi tersebut tidak berkorelasi sama sekali. Kebetulan saja saya Ketua Bawaslu sehingga dihubung-hubungkan, padahal ini adalah proses yang berbeda," ujar Nelliyati saat dikonfirmasi via WhatsApp, Rabu malam.
Nelliyati menegaskan bahwa proses seleksi pimpinan Baznas berjalan dalam ranah dan mekanisme tersendiri, tanpa campur tangan maupun pengaruh dari posisi strukturalnya di Bawaslu Takalar. Ia meminta masyarakat tidak mencampuradukkan hubungan kekeluargaan dengan integritas lembaga pengawas pemilu.
Tantangan Transparansi Lembaga Publik
Meski pihak Bawaslu telah melayangkan bantahan resmi, bola liar spekulasi publik memperlihatkan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap transparansi penetapan pejabat lembaga sosial-keagamaan seperti Baznas.
Kini, publik menanti bagaimana kepengurusan baru Baznas Takalar periode 2026–2031 membuktikan profesionalisme di tengah bayang-bayang isu konflik kepentingan yang terlanjur mengemuka.
![]() |
| Brand Media PT Mahadewa Pratama Group |



Komentar
Posting Komentar
Hakikat Bernegara untuk membela kepentingan Rakyat diatas kebenaran dan musyawarah